Ini adalah sebuah tulisan yang saya buat ketika saya tidak
mampu menahan apa yang saya rasa. Ketika saya mulai menyerah untuk
mencari semuanya dari orang-orang di sekililing saya dan saat saya mulai
hilang arah pada semuanya.
Sebelum terlalu jauh saya bercerita, marilah
sama-sama terlebih dahulu kita sepakati, bahwa ini hanya sebatas
tulisan kecil saya yang ingin bercerita pada anda semua. Bukan untuk
menyindir apalagi sampai melukai orang lain.
Didalam kehidupan ini, terkadang banyak hal yang terjadi jauh diluar
fikir kita sebagai manusia, karena memang sejatinya tidak semua hal
dapat difikir secara logika terlebih tentang sebuah hubungan. Hubungan
dengan keluarga, sanak saudara, temen, masyarakat, atau mungkin kekasih.
Jika berbicara tentang hal ini, maka selayakya hati lah yang berbicara,
bukan hanya bibir yang mencoba menerjemah apa yang terfikir.
Saya pernah bertanya, kenapa saya harus di marahi oleh ibu/bapak ?
kenapa dia menjadi sepupu yang lebih beruntung dari saya ? kenapa dia
terus membicarakan tentang saya ? kenapa mereka egois ? kenapa ? kenapa ?
dan kenapa ?... Mungkin itu hanya sebuah kata sederhana dan sering kita
dengar, tapi pernahkan kita menyadari bahwa apa yang diharapkan dari
kata tersebut sunggguh luar biasa adanya.
Saya umpamakan seperti ini, ada sebuah pertanyaan “Kenapa tiba-tiba dia
cuek, dan seperti tidak perduli dengan kita”. Jika kita hanya mengambil
kesimpulan sepihak dan sebatas logika, maka yang muncul adalah amarah,
rasa kesal karena merasa dilupakan oleh orang tersebut. Atau mungkin
jika pertanyaan tersebut kita tanyakan pada orang lain yang tidak
menegerti permasalahannya ( dalam hal ini orang lain yang diluar
konteks/orang ketiga ) bisa jadi menimbulkan sebuah profokasi yang
biasanya negatif. Akan tetapi cobalah untuk berfikirterlebih dahulu “
sudahkan kita perhatian terhadapnya ?”.
Artinya
cobalah belajar untuk tidak langsung bertanya kepada orang lain,
melainkan lontarkan lah terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan tersebut
ke diri kita pribadi. Fikirkan dan renungkan dalam mengerjakan /
menyelesaikan sesuatu,jauh lebih baik daripada hanya sebatas mendapatkan
sebuah jawaban denga cepat yang masih miring kebenarannya.....
“berhenti
bertanya apa yang sudah orang lain lakukan untukmu, tetapi cobalah
berfikir apa yang sudah kamu lakukan untuk orang lain, ingat hukum karma
tidak pernah ada akan tetapi seba-akibat itu pasti”
Home
»
»Unlabelled
» Berhenti Bertanya, cobalah berfikir
Sunday, April 21, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment