Sunday, April 21, 2013

Ini adalah sebuah tulisan yang saya buat ketika saya tidak mampu menahan apa yang saya rasa. Ketika saya mulai menyerah untuk mencari semuanya dari orang-orang di sekililing saya dan saat saya mulai hilang arah pada semuanya.
Sebelum terlalu jauh saya bercerita, marilah sama-sama terlebih dahulu kita sepakati, bahwa ini hanya sebatas tulisan kecil saya yang ingin bercerita pada anda semua. Bukan untuk menyindir apalagi sampai melukai orang lain.
                Didalam kehidupan ini, terkadang banyak hal yang terjadi jauh diluar fikir kita sebagai manusia, karena memang sejatinya tidak semua hal dapat difikir secara logika terlebih tentang sebuah hubungan. Hubungan dengan keluarga, sanak saudara, temen, masyarakat, atau mungkin kekasih. Jika berbicara tentang hal ini, maka selayakya hati lah yang berbicara, bukan hanya bibir yang mencoba menerjemah apa yang terfikir.
                Saya pernah bertanya, kenapa saya harus di marahi oleh ibu/bapak ? kenapa dia menjadi sepupu yang lebih beruntung dari saya ?  kenapa dia terus membicarakan tentang saya ? kenapa mereka egois ? kenapa ? kenapa ? dan kenapa ?... Mungkin itu hanya sebuah kata sederhana dan sering kita dengar, tapi pernahkan kita menyadari bahwa apa yang diharapkan dari kata tersebut sunggguh luar biasa adanya.              
                Saya umpamakan seperti ini, ada sebuah pertanyaan “Kenapa tiba-tiba dia cuek, dan seperti tidak perduli dengan kita”. Jika kita hanya mengambil kesimpulan sepihak dan sebatas logika, maka yang muncul adalah amarah, rasa kesal karena merasa dilupakan oleh orang tersebut. Atau mungkin jika pertanyaan tersebut kita tanyakan pada orang lain yang tidak menegerti permasalahannya ( dalam hal ini orang lain yang diluar konteks/orang ketiga ) bisa jadi menimbulkan sebuah profokasi yang biasanya negatif.  Akan tetapi cobalah untuk berfikirterlebih dahulu  “ sudahkan kita perhatian terhadapnya ?”.
                 Artinya cobalah belajar untuk tidak langsung bertanya kepada orang lain, melainkan lontarkan lah terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan tersebut ke diri kita pribadi. Fikirkan dan renungkan dalam mengerjakan / menyelesaikan sesuatu,jauh lebih baik daripada hanya sebatas mendapatkan sebuah jawaban denga cepat yang masih miring kebenarannya.....
                “berhenti bertanya apa yang sudah orang lain lakukan untukmu, tetapi cobalah berfikir apa yang sudah kamu lakukan untuk orang lain, ingat hukum karma tidak pernah ada akan tetapi seba-akibat itu pasti”

0 comments:

Post a Comment